Memahami Pola Pikir Setelah Rugi Berbisnis

Dok  2 mggu yg lalu sy mengalami kerugian 25jt, kemaren sy membaca chat teman dsini mengatakan kerugian atau resiko besar yg kita alami akan menghasilkan pemasukan yg besar pula, dan dokter membenarkan hal itu..mohon dokter bisa memberi pencerahan supaya kita yg mengalami kegagalan mempunyai mindset yg positif bahwa kerugian itu akan menarik penghasilan yg besar jg buat kita...thanks before..
Sigit inspiration: *Law of Attraction* mengatakan bahwa apapun yg kita pikirkan akan kita tarik ke kehidupan kita. Mereka yg akhirnya bisa kaya,  karena pandai mengatur pikirannya. Mereka yg akhirnya miskin atau hidup biasa biasa saja karena tidak bisa mengatur pikirannya sehingga dimakan oleh LOA nya sendiri.
Kita rugi, ditipu, dicuri, dirampok adalah SESUATU YG SUDAH TERJADI serta tidak bisa di rubah. Bagaimana kelanjutan ke depannya tergantung kepada bagaimana kita menyikapi yg terjadi sekarang dg pikiran kita.
Kalau orang ber pola pikir kaya rugi 1 milyar, dia akan bersyukur :"Alhamdulillah tidak sampai 10 milyar, saya masih untung 9 milyar dibanding temanku yg rugi 10 milyar". Maka dia akan mendapat untung 9 milyar nantinya sesuai dg harapan atau afirmasinya.
Sebaliknya, orang ber pola pikir miskin akan berpikir _:"Waduuh . . kiamat sudah, tidak mungkin bisa bangkit lagi nih dg rugi 1 milyar"._ Maka kata nabi Muhammad SAW saat mengunjungi umatnya yg sakit dan mengatakan mungkin akan mati  _:"Kalau kamu berpikir begitu ya itulah yg akan terjadi"_
[2/10.19.08] sigit inspiration: Apapun yg terjadi di dunia ini belum bisa di nilai karena memang belum selesai. Hal yg kita anggap baik, mungkin saja sebenarnya awal dari hal jelek. Sebaliknya hal yg kita anggap buruk mungkin saja awal dari hal yg baik. Ini nampak dari cerita dibawah ini :
Ada seorang petani miskin di cina yg memiliki seekor kuda betina. Itu adalah kekayaan satu satunya yg digunakan untuk segala macam, baik untuk menarik bajak sampai membawa hasil tanahnya ke pasar. Suatu saat si kuda betina hilang. Tetangga tetangga datang utk bersimpati krn itu kekayaan satu satunya. Tetapi si petani hanya tenang tenang saja.
Seminggu kemudian, kuda itu pulang bersama 7 ekor kuda jantan yg mengejar ngejarnya. Si petani "mendadak kaya" karena memiliki 8 ekor kuda. Tetangga ikut gembira tetapi si petani biasa saja.
Anak laki laki pak petani yg berumur 16 tahun, mencoba menaiki salah satu kuda jantan itu. Si kuda melompat lompat dan anak itu jatuh, kakinya patah. Tetangga datang dan menyatakan kesedihannya krn anak satu satunya celaka. Si petani tenang saja.
Bbrp bulan kemudian terjadilah perang dg negara tetangga. Tentara kerajaan datang dan membawa semua laki laki berusia 15 sampai 40 tahun utk berperang. Biasanya yg begini tidak kembali dan menjadi korban pertama. Anak petani tidak dipilih karena kakinya cacat bekas jatuh. Tetangga tetangga kembali berkumpul merayakan tidak terpilihnya si anak.
Jika kita pelajari hal diatas, nampak bahwa peristiwa yg satu menjadi penyebab timbulnya peristiwa berikutnya. Kuda hilang (negatif), menjadi penyebab bisa memiliki 7 ekor kuda jantan (positif). Adanya kuda jantan (positif) menyebabkan kaki patah (negatif). Kaki yg patah menyebabkan tidak terpilih utk perang (positif).
Kalau ada peristiwa yg dianggap negatif, kita langsung saja berpikir _:"Yesss !!. berkah besar apa ya yg akan sy terima ?"._ Begitu juga jika ada hal baik terjadi, berpikirlah _:"Syukur alhamdulillah, aku kira kira akan dapat apalagi ya ?  yg lebih besar dari ini ?"._
Jadi apapun yg terjadi kita terus berpikir akan mendapat sesuatu yg besar. Dan berlakukah frasa "AKU SESUAI PRASANGKA HAMBAKU".
_materi di sampaikan oleh dr.Sigit setyawadi SpOg_
Di copas ulang oleh para admin group Btd & PL

Comments

Popular posts from this blog

Bisnis Bangkrut Apa Yang Harus Dilakukan

Cerita Tukang Cat Perahu sebagai Motivasi

Plafon Rejeki "Ucapanmu Adalah Doamu"