Beberapa Cara Melakukan Terapi memaafkan (Forgiveness Therapy)
Quantum Vibration:
Beberapa Cara Melakukan Terapi memaafkan (Forgiveness Therapy)
1. Forgiveness Therapy versi Freud Luskin
A. Sadarilah sesadar sadarnya bahwa disaat sesi terapi kita? Diri kita hanyalah manusia biasa yang sedang dipenuhi rasa amarah.
Selain itu?
Sadari pula reaksi tubuh kita sepenuhnya.Pada tahapan ini ketika kita tau kita sedang marah n kecewa?
Sadarilah apapun yang jadi reaksi tubuh kita. Kalo kemudian ada rasa nyeri yang mendalam yang seketika kita rasakan?
Sadari saja rasa nyeri itu. Begitu juga saat tubuh menjadi pegal karena menahan emosi yang luarbiasa?
Sadari saja rasa pegal itu. Dan intervensilah rasa pegal itu dengan memberikan kenyamanan pada tubuh yang pegal dan nyeri itu. Caranya?
Bisa dengan dipijat
Bisa dengan diberi penghangat
Bisa juga dengan diberi rangsangan yang menyamankan tubuh kita.
B. Sadari dengan kesadaran kita juga bahwa semua perasaan negatif yang kita biarkan bersemayam dalam diri kita akan jadi potensi rasa yang berbahaya bagi diri kita.
Maka untuk mengatasinya?
Upgradelah kesadaran kita bahwa rasa luka dan kemarahan yang kita rasakan tidaklah baik bagi kita dan ini berakibat buruk terhadap keseimbangan perasaan dan kesehatan fisik kita
Maka untuk menetralkan itu semua?
Kita harus siap dan sanggup ikhlas melepaskan semua rasa n emosi negatif tersebut agar keluar dari diri kita
C. Memilih tindakan yang lebih bermanfaat
Setelah kita sudah berhasil ikhlas dan sekaligus sukses mengupgrade kesadaran kita bahwa melepaskan semua rasa yang negatif adalah hal yang sangat penting?
Maka kita pun akan jauh lebih mudah dalam mengakses kesadaran kita dalam merasakan hasil tindakan memaaafkan yang sudah kita lakukan.
Beberapa Cara Melakukan Terapi memaafkan (Forgiveness Therapy)
1. Forgiveness Therapy versi Freud Luskin
A. Sadarilah sesadar sadarnya bahwa disaat sesi terapi kita? Diri kita hanyalah manusia biasa yang sedang dipenuhi rasa amarah.
Selain itu?
Sadari pula reaksi tubuh kita sepenuhnya.Pada tahapan ini ketika kita tau kita sedang marah n kecewa?
Sadarilah apapun yang jadi reaksi tubuh kita. Kalo kemudian ada rasa nyeri yang mendalam yang seketika kita rasakan?
Sadari saja rasa nyeri itu. Begitu juga saat tubuh menjadi pegal karena menahan emosi yang luarbiasa?
Sadari saja rasa pegal itu. Dan intervensilah rasa pegal itu dengan memberikan kenyamanan pada tubuh yang pegal dan nyeri itu. Caranya?
Bisa dengan dipijat
Bisa dengan diberi penghangat
Bisa juga dengan diberi rangsangan yang menyamankan tubuh kita.
B. Sadari dengan kesadaran kita juga bahwa semua perasaan negatif yang kita biarkan bersemayam dalam diri kita akan jadi potensi rasa yang berbahaya bagi diri kita.
Maka untuk mengatasinya?
Upgradelah kesadaran kita bahwa rasa luka dan kemarahan yang kita rasakan tidaklah baik bagi kita dan ini berakibat buruk terhadap keseimbangan perasaan dan kesehatan fisik kita
Maka untuk menetralkan itu semua?
Kita harus siap dan sanggup ikhlas melepaskan semua rasa n emosi negatif tersebut agar keluar dari diri kita
C. Memilih tindakan yang lebih bermanfaat
Setelah kita sudah berhasil ikhlas dan sekaligus sukses mengupgrade kesadaran kita bahwa melepaskan semua rasa yang negatif adalah hal yang sangat penting?
Maka kita pun akan jauh lebih mudah dalam mengakses kesadaran kita dalam merasakan hasil tindakan memaaafkan yang sudah kita lakukan.
Pada saat itu?
Kita pun bisa memilih melepaskan luka batin dengan cepat.
Caranya?
1. Netralkan semua rasa kita
2 Lihatlah semua sebagai bagian dari Pembelajaran hidup kita
3. Syukuri semua bahwa kita masih punya rasa sakit yang menandakan bahwa kita masihlah manusia biasa.
4. Minta maaflah. Pada diri sendiri. Bahwa kita masihlah mempunyai kesalahan dengan membiarkan luka luka batin bersemayam didiri kita. Dan kemudian?
Berjanjilah pada diri sendiri bahwa setelah ini? Kita siap melepaskan rasa sakit,kecewa, marah dan emosi negatif lainnya untuk keluar dari diri kita
Kita pun bisa memilih melepaskan luka batin dengan cepat.
Caranya?
1. Netralkan semua rasa kita
2 Lihatlah semua sebagai bagian dari Pembelajaran hidup kita
3. Syukuri semua bahwa kita masih punya rasa sakit yang menandakan bahwa kita masihlah manusia biasa.
4. Minta maaflah. Pada diri sendiri. Bahwa kita masihlah mempunyai kesalahan dengan membiarkan luka luka batin bersemayam didiri kita. Dan kemudian?
Berjanjilah pada diri sendiri bahwa setelah ini? Kita siap melepaskan rasa sakit,kecewa, marah dan emosi negatif lainnya untuk keluar dari diri kita

Comments
Post a Comment